Arda Dinata
Arda Dinata
Arda Dinata adalah penulis storytelling religius yang dikenal dengan gaya penulisannya yang lembut, empatik, dan tidak menggurui. Dengan pengalaman menulis ratusan ribu konten inspiratif yang menyentuh pembaca.
🌐 Jaringan Blog Arda Dinata
Logo Buku dan Novel Inspiratif Online
Temukan lebih banyak
Memuat daftar buku...
KETIKA SEBUAH LAMBANG TIDAK SESUAI KENYATAAN
Arda Dinata
Dilihat ... Bab

📖 Baca Bab Ini & Happy Reading!

(Tanggapan Atas Tulisan Dudung Abdul Hakim)

Oleh Arda Dinata, AMKL.

SAYA tertarik ketika membaca tulisan saudara Dudung Abdul Hakim berjudul ‘Lambang’ pada rubrik percikan (Mitra Dialog, 16 Oktober 1998). Sehingga membuat saya ingin sedikit menanggapi atas isi dari tulisan tersebut.

Pada dasarnya, tulisan itu mempertanyakan ketika sebuah lambang sebagai standar, tidak lagi sesuai dengan nilai-nilai hakiki yang dikandungnya. Dan apakah dengan meninggalkan lambang-lambang sebagai standar, otomatis akan membuat penganutnya lebih mendekati nilai-nilai hakiki?


* *

SIAPA bilang lambang atau nama tidak punya makna dan kesan terhadap orangnya atau sesuatu yang diberi lambang tersebut? Siapa bilang lambang atau nama juga hanya sebuah gambar atau kata-kata tanpa arti dan berarti?

Dalam Islam, sebuah nama adalah cerminan harapan orang tua terhadap perilaku, dan hari depan si anak. Begitu juga dengan lambang, merupakan cerminan dan harapan pendiri, pengurus dan orang-orang yang ada didalamnya terhadap eksistensi, visi dan kepribadian arah hidupnya.

Di sini cukup jelas, kalau lambang dan nama itu adalah sesuatu yang maya wujudnya. Ia hanya sebuah visi, misi, dan harapan si pemberi nama dan lambang tersebut. Sehingga lambang dan nama ini, bukan saja tidak bisa dijadikan sebuah parameter kebaikan seperti yang diungkap Dudung AH. Tetapi lebih dari itu, menurut penulis lambang itu memang bukan sebagai parameter kebaikan. Mestinya, yang dijadikan parameter tersebut adalah amal perbuatan yang diberi lambang dan nama tersebut.

Karena itu, tidak aneh jika kita menyaksikan lambang dan namanya bagus (Islami), tapi ahlak dan perilakunya bertentangan dengan makna hakiki yang terkandung dalam lambang dan nama tersebut. Untuk itu kita jangan terpesona oleh bentuk luarnya saja, sebelum kita benar-benar membuktikan isi yang sebenarnya.

Ibarat buah kedongdong, ia mempunyai bentuk luar yang halus, tetapi didalamnya kasar (semramut). Berbeda dengan buah rambutan, pada bagian luarnya terlihat kasar, tetapi bagian dalamnya halus. Kedua buah yang dicontohkan di atas, bisa diibaratkan dengan berbagai lambang dan nama yang ada di dunia ini. Dan idealnya, kedua bagian itu bagus dan baik sesuai dengan nilai-nilai hakikinya.

Untuk itu, memang selayaknya kita tidak terkoptasi oleh lambang-lambang dan namanya. Apalagi karena lambang dan nama tertentu menyebabkan diri kita bersikap diskriminatif dan sektarian. Allah mengingatkan kepada kita bahwa adanya perbedaan (misalnya, lambang) tidak lain agar kita saling kenal mengenal. Dan yang harus kita jadikan parameter kebaikan bukan lambangnya, tetapi nilai-nilai ketaqwaannya.

Allah berfirman yang artinya, “Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari pria dan wanita, dan membuat kamu suku-suku dan kabilah-kabilah, agar kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah itu Yang Maha-mengetahui, Yang Maha-waspada.” (Q.s. 49: 13).

* *

MENYANGKUT pertanyaan yang kedua, apakah dengan meninggalkan lambang-lambang standar, otomatis akan membuat penganutnya lebih mendekati nilai-nilai hakiki? Menurut penulis, hal ini tidak menjamin dan justru nantinya dapat menyebabkan diri kita masih harus meraba-raba terhadap suatu gerakan dan tindakan tertentu, karena secara kesan awal tidak dapat direspon (bila tidak ada lambang dan nama?).

Penulis juga mempertanyakan, mengapa saudara Dudung AH mengkaitkan lambang lailahaillallah dengan kekalahan Arab Saudi 0 - 4 oleh Cina yang berlambang palu-arit itu? “Apa tidak memalukan?” katanya.

Sekarang, apakah kalau Arab Saudi tidak menggunakan lambang lailahaillallah akan menjamin kemenangan atas tim sepak bola palu-aritnya Cina? Pasti kita tidak bisa menjamin. Kelihatannya saudara Dudung AH, kurang tepat menganalogikan hal tersebut.

Seperti yang penulis singgung di awal tulisan ini, bahwa lambang dan nama tertentu sesungguhnya tidak menjamin si empunya lambang dan nama tersebut akan sesuai dengan nilai-nilai hakiki yang dikandungnya. Yang jelas, ia hanya merupakan harapan, visi, misi, dan arah kepribadian hidup dari pencetus lambang dan nama tersebut.

Bagi umat Islam, kita diserukan untuk menggunakan lambang-lambang dan nama yang Islami. Dalam suatu riwayat disebutkan, seorang sahabat datang kepada Rasulullah Saw dengan menggandeng anaknya. Dia bertanya, “Ya Rasulullah, apakah hak anakku ini atasku?” Rasulullah Saw menjawab: “Membaguskan namanya, memperbaiki adabnya (sopan santun) dan menempatkannya pada kedudukan (posisi) yang baik (fisik dan spriritual).” (HR. Aththusi).

Jadi, setelahnya kita memilih lambang-lambang dan nama-nama yang baik, langkah selanjutnya adalah memperbaiki adabnya (action, wujud tingkah laku dan programnya). Hal ini dimaksudkan, barangkali antara lambang dan nilai-nilai kesehariannya tidak sejalan dengan nilai-nilai hakiki yang terkandung pada lambangnya.

Kemudian kita juga harus menjaga dan menempatkan orang-orang yang berada di bawah lambang dan nama itu, agar sesuai dengan nilai-nilai hakikinya. Yang menurut saudara Dudung AH ialah iman, peduli terhadap masyarakat, menyuarakan kebenaran dan berkepribadian kokoh.

“Tiap-tiap anak yang dilahirkan, adalah pada keadaan yang suci bersih; maka orangtuanyalah yang menjadikan anak itu Yahudi, Nasrani dan Majusi.” (HR. Bukhari). Kaitanya dengan lambang, tentunya biarpun lambang dan namanya bagus; tetapi kalau para pencetus lambang dan namanya tidak beritikad baik maka wujudnya tidak akan sesuai dengan niali-nilai hakiki yang terkandung dalam lambang dan nama tersebut. Wallahu a’lam bish-shawab.***

Arda Dinata, AMKL., Anggota Ash-Shiddiq Intellectual Forum Divisi Jurnalistik, Bandung

Arda Dinata adalah pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia,
http://www.miqra.blogspot.com.
Daftar Bab
Memuat bab...

Tulis Komentar di Bawah ini!

Daftar Bab
Memuat bab...
📚 Koleksi Ebook
Karya Pilihan Arda Dinata
Tersedia di Google Play Books — klik untuk membaca atau membeli
Menampilkan 47 judul ebook
Identifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Identifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Beli / Baca
Bersahabat Dengan Nyamuk
Bersahabat Dengan Nyamuk
Beli / Baca
Rahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Rahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Beli / Baca
Membongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Membongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Beli / Baca
Pendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Pendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Beli / Baca
Bersahabat Dengan Malaria
Bersahabat Dengan Malaria
Beli / Baca
Atasi Penyakit Skabies
Atasi Penyakit Skabies
Beli / Baca
Sanitasi Atasi Stunting
Sanitasi Atasi Stunting
Beli / Baca
Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Beli / Baca
Rahasia Kimia Cinta
Rahasia Kimia Cinta
Beli / Baca
Kesehatan Ibu dan Anak
Kesehatan Ibu & Anak
Beli / Baca
Menguasai Kecerdasan Buatan AI Untuk Pemula
Menguasai Kecerdasan Buatan (AI) Untuk Pemula
Beli / Baca
SMART Sanitation
SMART Sanitation
Beli / Baca
Pola Makan Sehat di Era Digital
Pola Makan Sehat di Era Digital
Beli / Baca
Dunia Sanitasi Lingkungan
Dunia Sanitasi Lingkungan
Beli / Baca
Manusia dan Lingkungan
Manusia dan Lingkungan
Beli / Baca
Kepemimpinan dan Komunikasi Dalam Manajemen Proyek
Kepemimpinan & Komunikasi Manajemen Proyek
Beli / Baca
Keperawatan Jiwa
Keperawatan Jiwa
Beli / Baca
Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Beli / Baca
Epidemiologi Kesehatan Lingkungan
Epidemiologi Kesehatan Lingkungan
Beli / Baca
Kesehatan Alat Makan
Kesehatan Alat Makan
Beli / Baca
Produktif Menulis Artikel Kesehatan
Produktif Menulis Artikel Kesehatan
Beli / Baca
Mindmap Penulisan Buku
Mindmap Penulisan Buku
Beli / Baca
Menjadi Penulis Mandiri
Menjadi Penulis Mandiri
Beli / Baca
Strategi Produktif Menulis
Strategi Produktif Menulis
Beli / Baca
Creative Writing dan Writerpreneurship
Creative Writing & Writerpreneurship
Beli / Baca
Membangun Keluarga Berkualitas
Membangun Keluarga Berkualitas
Beli / Baca
Kebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Kebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Beli / Baca
Keluarga Penuh Cinta
Keluarga Penuh Cinta
Beli / Baca
Melapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Melapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Beli / Baca
Pernikahan Berkalung Pahala
Pernikahan Berkalung Pahala
Beli / Baca
Mengikat Cinta Kasih
Mengikat Cinta Kasih
Beli / Baca
Surga Perkawinan
Surga Perkawinan
Beli / Baca
Ibu Cinta Yang Tak Berbatas
Ibu: Cinta Yang Tak Berbatas
Beli / Baca
Ayahku Guruku Guru Kami
Ayahku, Guruku, Guru Kami
Beli / Baca
Cerdas dan Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Cerdas & Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Beli / Baca
RETAKAN
RETAKAN
Beli / Baca
Pecahan Cinta
Pecahan Cinta
Beli / Baca
Whispers of the Sunset
Whispers of the Sunset
Beli / Baca
Epos Aurora Petualangan di Alam Semesta
Epos Aurora: Petualangan di Alam Semesta
Beli / Baca
Melangkah Dalam Cahaya Prinsip Hidup Ala Rasulullah
Melangkah Dalam Cahaya (Prinsip Hidup Ala Rasulullah)
Beli / Baca
Menjadi Orang Bahagia
Menjadi Orang Bahagia
Beli / Baca
Merajut Cinta Allah
Merajut Cinta Allah
Beli / Baca
Pemberdayaan Majelis Taklim
Pemberdayaan Majelis Taklim
Beli / Baca
Bermesraan Dengan Kebaikan
Bermesraan Dengan Kebaikan
Beli / Baca
Dear Friend
Dear Friend
Beli / Baca
Taman-Taman Kebeningan Hati
Taman-Taman Kebeningan Hati
Beli / Baca