-->
INILAH LIST SIARAN ARDA TV
Toko Sosmed
EBOOK: KESLING, MOTIVASI & PENGEMBANGAN DIRI
WWW.ARDADINATA.COM WWW.ARDADINATA.COM

Daftar Artikel


Moralitas Pembangunan Kota Semarang
Lihat Detail

Moralitas Pembangunan Kota Semarang

"Pembangunan diartikan sebagai usaha untuk memajukan kehidupan masyarakat. Pembangunan seringkali diartikan dan diidentikan sebagai kemajuan yang dicapai masyarakat di bidang ekonomi. Padahal, perkembangan itu merupakan sesuatu yang dapat diukur, sedangkan pembangunan menunjuk pada perubahan akibat dari suatu perkembangan."

Moralitas Pembangunan Kota Semarang

Oleh: Arda Dinata


Permasalahan Kota Semarang demikian kompleks sehingga dibutuhkan perencanaan yang matang. Dalam hal ini, ada beberapa kriteria yang dapat dilakukan untuk menentukan skala prioritas pembangunan di Kota Semarang, yaitu: (1) Sektor tersebut yang menjadi landasan bagi fungsi lainnya.; (2) Sektor itu yang membutuhkan penanganan mendesak. Hal ini mengandung pengertian bahwa permasalahan fungsi/ sektor tersebut memberikan dampak terganggunya kinerja dan kehidupan masyarakat kota; dan (3) Sektor itu yang mampu menumbuhkembangkan daya, karsa, cipta dan kinerja masyarakat kota.



Atas dasar kriteria itu, ada beberapa sektor prioritas pembangunan yang harus dilakukan di Kota Semarang.  

Pertama, penguatan ekonomi masyarakat. Penguatan ekonomi masyarakat diharapkan akan mampu mendorong  peningkatan kemampuan masyarakat sehingga memiliki kemampuan bertahan dalam menghadapi berbagai tantangan. Dengan pendampingan dan penguatan institusi lokal, bantuan dana bergulir bagi masyarakat, dan bantuan pembangunan sarana prasarana, diharapkan dapat memperkuat kondisi ekonomi masyarakat.

Kedua, peningkatan pelayanan publik. Upaya ini dilakukan untuk mewujudkan pelayanan yang mudah, cepat, tepat dan murah/ terjangkau demi tercapainya pelayanan prima. Hal ini melalui pemberdayaan dan perwujudan aparatur pemerintah yang bersih (clean governance) dan ditunjang dengan sarana dan prasarana pelayanan secara memadai, salah satunya dengan mengembangkan electronic goverment. Dengan pelayanan publik yang baik diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, mengurangi biaya tinggi serta mendorong aktivitas perekonomian.

Ketiga, peningkatan infrastruktur kota. Pembangunan infrastruktur kota ditekankan pada peningkatan kualitas, kapasitas prasarana kota dan pengembangan wilayah pinggiran terutama yang mendukung kelancaran arus barang dan jasa, meningkatan daya tarik investasi dan mendukung aktivitas perekonomian lokal.

Keempat, peningkatan sumber daya manusia. Pembangunan ditekankan pada perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan kesehatan terutama bagi masyarakat  miskin serta pelayanan keagamaan bagi seluruh masyarakat.

Kelima, penanganan lingkungan hidup. Upaya ini adalah dimaksudkan untuk menjamin pembangunan berkelanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat saat ini dan bagi generasi mendatang. Pembangunan ini ditekankan pada penanganan masalah rob dan banjir, lahan kritis, kerusakan kawasan pesisir dan pencemaran lingkungan yang dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan. Upaya ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan serta mengurangi ekonomi biaya tinggi dan dampak negatif lainnya.

Keenam, pengembangan seni dan budaya. Sektor ini bertujuan untuk mempertahankan nilai-nilai budaya dan agama yang mengakar dari warisan leluhur, dengan harapan dapat membentuk nilai-nilai kepribadian masyarakat yang mertabat.

Adapun sebagai realisasinya dilakukukan melalui strategi penguatan dan pemberdayaan SDM, pertumbuhan sektor-sektor prioritas, pemerataan pembangunan, efisiensi penganggaran, keserasian pembangunan, dan strategi kesinambungan program pembangunan. Selain itu, ada hal yang harus diperhatikan dalam pembangunan sebuah kota, yaitu moralitas. Artinya, jika subyek pembangunannya tidak memihak pada kepentingan masyarakat, maka dapat dipastikan bahwa perencanaan pembangunan akan melenceng dan menjadi kepentingan individu, kelompok dan golongan. Pembangunan akan berjalan dengan baik, jika para pelaku (stakeholder) memiliki integritas moral.*** 

Bagaimana menurut Anda?  




Pekerjaan sebagai Penulis Lepas dan PNS
http://miqraindonesia.com
Arda Dinata
@ardadinata

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 


Arda Publishing House
Pusat Pustaka Ilmu, Inspirasi dan Motivasi Menjadi Orang Sukses
Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Kec. Pangandaran - Ciamis Jawa Barat 46396
http://www.ardadinata.web.id
Biasa Ala Orang yang Diamanahi Jabatan
Lihat Detail

Biasa Ala Orang yang Diamanahi Jabatan

Biasa Ala Orang yang Diamanahi Jabatan
Oleh Arda Dinata

Jabatan diartikan sebagai pekerjaan (tugas) dalam pemerintahan atau organisasi. Orang yang memegang jabatan penting itu, dinamakan pejabat/ penguasa. Di sini, orang yang diamanahi jabatan menjadi sesuatu yang potensial. Yakni bisa menjadi jalan kemulyaan, bila mampu menunaikan amanah (jabatan) itu sesuai tuntunan-Nya. Sebaliknya, menjadi bencana bila kita tidak mampu dan berhati-hati menjaga amanah itu.

Dalam pandangan KH Miftah Faridl, diantara sekian banyak penyakit yang paling berbahaya jika hinggap pada diri penguasa (baca: penjabat-Pen) adalah jika ia sudah merasa berkuasa. Jika seorang penguasa kemasukan nafsu ingin berkuasa dan mulai mengkuasai, tidak ada lagi kekuasaan lain yang diakui dan dipatuhinya, maka sikap ini tdak saja membahayakan kehidupan masyarakat dan negara, tapi juga mengancam perdamaian dunia. Pejabat seperti ini, jelas-jelas akan mendapatkan buah kerugian.

Untuk mencegah hal itu, setiap kita harus bisa memagari pejabat agar tidak memiliki kesempatan yang cukup untuk mengembangbiakkan penyakit ini pada dirinya. Harus diciptakan sebuah sistem yang memungkinkan seorang penguasa tunduk pada hukum-hukum Allah dan Rasulnya. Sikap demikian, tentunya akan lahir dari seorang pejabat yang benar-benar memfungsikan amanah itu sesuai dengan ketentuan-Nya. Inilah sikap biasa ala orang yang diamanahi jabatan.
Berkait dengan itu, Allah SWT dalam Alquran menetapkan bahwa: "…. (kaum muslimin adalah) orang-orang yang jika Kami beri mereka kekuasaan di muka bumi, niscaya mereka dirikan shalat, tunaikan zakat, menyuruh berbuat kebaikan dan mencegah perbuatan mungkar ….." (QS. 22: 41).

Ayat di atas, jelas-jelas bahwa orang yang diamanahi jabatan (kekuasaan) harus terbiasa menjalankan perintah-Nya dan menyuruh berbuat kebaikan dan mencegah perbuatan mungkar. Selain itu, amanah jabatannya akan ia posisikan dalam koridor untuk mencapai derajat takwa, karena hanya itulah kemulyaan dalam pandangan-Nya (baca: QS. 49: 13).

Untuk itu, biasa ala pejabat harusnya akan melahirkan perilaku yang jauh dari kesombongan dan kemungkaran. Baginya, jabatan hanya sebagai jalan mencapai kemulyaan di hadapan-Nya. Dan kelihatannya, penyimpangan para pejabat dewasa ini, adalah akibat hilangnya atas kesadaran moral seperti itu.

Pada tatanan ini, kiranya patut direnungkan dan dikedepankan apa yang dinasehatkan Kiai kepada seorang muridnya, yang telah mengemban jabatan sebagai khalifah (pimpinan) di suatu daerah. Nasehat ini, beliau sampaikan pada acara syukuran yang digelar di pesantren asuhan seorang Kiai, guru pejabat yang mengundangnya tersebut.

Nasehat untuk khalifah itu, ada tiga hal utama. Pertama, nasehat supaya menabung kesadaran dan berhemat kata-kata. Di tengah masyarakat yang sedang bingung memilih pegangan hidup untuk (belajar) berjamaah dan berjami'iyah secara baik, tentu kedua hal itu teramat penting dilakukan oleh pejabat dewasa ini.

Kedua, berupa menyadarkan seluruh tim sukses yang memberikan dukungan kepadanya, untuk mulai memainkan peran baru, yaitu tidak lagi hanya pendukung semata, tapi harus berperan sebagai pengawas utama atas jabatan yang diembannya. Peran ini begitu penting, biar perilakunya selalu terkontrol dan terawasi, agar berada dalam rel kebenaran-Nya.

Ketiga, keberhasilan yang digapai oleh seorang pejabat, sesungguhnya bukanlah dihasilkan oleh dirinya sendiri, melainkan keberhasilan yang dikondisikan oleh Allah dan memperoleh respons positif seluruh rakyat, masyarakat yang dipimpinnya. Pencapaian itu, tidak lain karena ia diberi kemampuan oleh Allah untuk menegakkan sikap amanah, shiddiq, fathonah, dan tabligh secara tepat. Untuk itu, ia harus banyak-banyak bersyukur atas segala nikmat yang telah dikaruniakan-Nya tersebut.

Setidaknya, dengan ketiga nasehat Kiai itu, akan dapat membantu mewujudkan sikap biasa ala orang yang diserahi jabatan seperti yang diharapkan dalam QS. (22): 41 dan QS. (49): 13.

Arda Dinata adalah pendiri Majelis Inspirasi Al-Quran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, 
Empat Sikap Pribadi Pantang Menyerah
Lihat Detail

Empat Sikap Pribadi Pantang Menyerah

 Empat Sikap Pribadi Pantang Menyerah
Oleh Arda Dinata


Alam dan isinya ini tercipta secara berpasangsan, sehingga melahirkan hukum tarik menarik. Artinya konsisi alam ini akan selalu dinamis dengan kehendak-Nya. Begitupun dengan menjalankan bisnis, pasti ada yang namanya naik-turun. untuk itu, kita harus jadi pribadi yang pantang menyerah.

Pribadi pantang menyerah (tangguh) adalah pribadi yang tidak merasa lemah terhadap sesuatu yang terjadi dan menimpanya. Pribadinya mengangap sesuatu yang terjadi itu dari segi positifnya.

seseorang menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. seseorang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, seseorang sukses, karena ia memiliki keinginan sukses. Dan seseorang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, bila kita ingin SUKSES DI DYNASIS, maka caranya tidak lain dalam diri kita harus yakin bahwa bisnis di DYNASIS ini adalah jalan yang harus kita lakukan secara maksimal mungkin. Yakni bekerja secara cermat, tepat dan benar dalam mengembangkan bisnis ini. Inilah sebuah bisnis yang menurut saya adalah BISNIS POHON PAHALA. Artinya semakin pohon itu berkembang, maka akar-akarnya makin kuat dan memiliki cabang yang banyak sehingga memberikan perlindungan pada orang yang ada di sekitarnya. Bisnis Dynasispun, sama. Bisnis ini jelas-jelas mengandalakan (bonus terbesarnya) dari kebesaran pohon jaringannya. INILAH YANG HARUS KITA LAKUKAN.

Eksplorasi Kelautan: Pilar Keimanan dan Ketahanan Bangsa
Lihat Detail

Eksplorasi Kelautan: Pilar Keimanan dan Ketahanan Bangsa

Eksplorasi Kelautan:
Pilar Keimanan dan Ketahanan Bangsa
Oleh ARDA DINATA
http://ardaiq.blogspot.com

DIBENTUKNYA Departemen Kelautan dan Perikanan dalam pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, didasarkan bahwa dua pertiga wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah lautan. Namun selama ini, kita cenderung mengabaikan eksplorasi sumber daya yang tersimpan di dalamnya dan bahkan seringkali kekayaan laut itu dicuri oleh bangsa-bangsa lain, karena keterbatasan dalam sistem pengamanannya. Padahal kondisi kekayaan laut di Indonesia masih sangat besar. Karena selama ini hanya sumber daya darat “semata” yang lebih dominan digarap oleh masyarakat.

Seiring dengan kondisi kian “menipisnya” kekayaan di darat, maka masyarakat Indonesia sudah semestinya melirik kegiatan pengeksplorasian sumber daya laut. Apalagi sumber daya laut tidak hanya ikan, mutiara, dan rumput laut, tetapi juga berupa harta karun dari kapal yang karam.

Untuk itu dalam rangka menyambut “Pencanangan Tahun 2001 sebagai Tahun Industri Bahari oleh Presiden Gus Dur, ” yang menurut rencana akan dilaksanakan pada Ekspo Industri Bahari pada tanggal 21 Februari 2001 di World Trade Center Surabaya, maka penulis mencoba urun rembuk melalui tulisan tentang seputar dunia eksplorasi kelautan. Dari tulisan singkat ini diharapkan kita menjadi termotivasi untuk menjadi greget akan pentingnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di bidang kelautan/kebaharian; membangkitkan semangat cinta bahari; serta ujung-ujungnya akan berfungsi meningkatkan keimanan dan ketahanan bangsa Indonesia.