Your Ad Here
gravatar

KETIKA SEBUAH LAMBANG TIDAK SESUAI KENYATAAN

(Tanggapan Atas Tulisan Dudung Abdul Hakim)

Oleh Arda Dinata, AMKL.

SAYA tertarik ketika membaca tulisan saudara Dudung Abdul Hakim berjudul ‘Lambang’ pada rubrik percikan (Mitra Dialog, 16 Oktober 1998). Sehingga membuat saya ingin sedikit menanggapi atas isi dari tulisan tersebut.

Pada dasarnya, tulisan itu mempertanyakan ketika sebuah lambang sebagai standar, tidak lagi sesuai dengan nilai-nilai hakiki yang dikandungnya. Dan apakah dengan meninggalkan lambang-lambang sebagai standar, otomatis akan membuat penganutnya lebih mendekati nilai-nilai hakiki?

* *

SIAPA bilang lambang atau nama tidak punya makna dan kesan terhadap orangnya atau sesuatu yang diberi lambang tersebut? Siapa bilang lambang atau nama juga hanya sebuah gambar atau kata-kata tanpa arti dan berarti?

Dalam Islam, sebuah nama adalah cerminan harapan orang tua terhadap perilaku, dan hari depan si anak. Begitu juga dengan lambang, merupakan cerminan dan harapan pendiri, pengurus dan orang-orang yang ada didalamnya terhadap eksistensi, visi dan kepribadian arah hidupnya.

Di sini cukup jelas, kalau lambang dan nama itu adalah sesuatu yang maya wujudnya. Ia hanya sebuah visi, misi, dan harapan si pemberi nama dan lambang tersebut. Sehingga lambang dan nama ini, bukan saja tidak bisa dijadikan sebuah parameter kebaikan seperti yang diungkap Dudung AH. Tetapi lebih dari itu, menurut penulis lambang itu memang bukan sebagai parameter kebaikan. Mestinya, yang dijadikan parameter tersebut adalah amal perbuatan yang diberi lambang dan nama tersebut.

Karena itu, tidak aneh jika kita menyaksikan lambang dan namanya bagus (Islami), tapi ahlak dan perilakunya bertentangan dengan makna hakiki yang terkandung dalam lambang dan nama tersebut. Untuk itu kita jangan terpesona oleh bentuk luarnya saja, sebelum kita benar-benar membuktikan isi yang sebenarnya.

Ibarat buah kedongdong, ia mempunyai bentuk luar yang halus, tetapi didalamnya kasar (semramut). Berbeda dengan buah rambutan, pada bagian luarnya terlihat kasar, tetapi bagian dalamnya halus. Kedua buah yang dicontohkan di atas, bisa diibaratkan dengan berbagai lambang dan nama yang ada di dunia ini. Dan idealnya, kedua bagian itu bagus dan baik sesuai dengan nilai-nilai hakikinya.

Untuk itu, memang selayaknya kita tidak terkoptasi oleh lambang-lambang dan namanya. Apalagi karena lambang dan nama tertentu menyebabkan diri kita bersikap diskriminatif dan sektarian. Allah mengingatkan kepada kita bahwa adanya perbedaan (misalnya, lambang) tidak lain agar kita saling kenal mengenal. Dan yang harus kita jadikan parameter kebaikan bukan lambangnya, tetapi nilai-nilai ketaqwaannya.

Allah berfirman yang artinya, “Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari pria dan wanita, dan membuat kamu suku-suku dan kabilah-kabilah, agar kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah itu Yang Maha-mengetahui, Yang Maha-waspada.” (Q.s. 49: 13).

* *

MENYANGKUT pertanyaan yang kedua, apakah dengan meninggalkan lambang-lambang standar, otomatis akan membuat penganutnya lebih mendekati nilai-nilai hakiki? Menurut penulis, hal ini tidak menjamin dan justru nantinya dapat menyebabkan diri kita masih harus meraba-raba terhadap suatu gerakan dan tindakan tertentu, karena secara kesan awal tidak dapat direspon (bila tidak ada lambang dan nama?).

Penulis juga mempertanyakan, mengapa saudara Dudung AH mengkaitkan lambang lailahaillallah dengan kekalahan Arab Saudi 0 - 4 oleh Cina yang berlambang palu-arit itu? “Apa tidak memalukan?” katanya.

Sekarang, apakah kalau Arab Saudi tidak menggunakan lambang lailahaillallah akan menjamin kemenangan atas tim sepak bola palu-aritnya Cina? Pasti kita tidak bisa menjamin. Kelihatannya saudara Dudung AH, kurang tepat menganalogikan hal tersebut.

Seperti yang penulis singgung di awal tulisan ini, bahwa lambang dan nama tertentu sesungguhnya tidak menjamin si empunya lambang dan nama tersebut akan sesuai dengan nilai-nilai hakiki yang dikandungnya. Yang jelas, ia hanya merupakan harapan, visi, misi, dan arah kepribadian hidup dari pencetus lambang dan nama tersebut.

Bagi umat Islam, kita diserukan untuk menggunakan lambang-lambang dan nama yang Islami. Dalam suatu riwayat disebutkan, seorang sahabat datang kepada Rasulullah Saw dengan menggandeng anaknya. Dia bertanya, “Ya Rasulullah, apakah hak anakku ini atasku?” Rasulullah Saw menjawab: “Membaguskan namanya, memperbaiki adabnya (sopan santun) dan menempatkannya pada kedudukan (posisi) yang baik (fisik dan spriritual).” (HR. Aththusi).

Jadi, setelahnya kita memilih lambang-lambang dan nama-nama yang baik, langkah selanjutnya adalah memperbaiki adabnya (action, wujud tingkah laku dan programnya). Hal ini dimaksudkan, barangkali antara lambang dan nilai-nilai kesehariannya tidak sejalan dengan nilai-nilai hakiki yang terkandung pada lambangnya.

Kemudian kita juga harus menjaga dan menempatkan orang-orang yang berada di bawah lambang dan nama itu, agar sesuai dengan nilai-nilai hakikinya. Yang menurut saudara Dudung AH ialah iman, peduli terhadap masyarakat, menyuarakan kebenaran dan berkepribadian kokoh.

“Tiap-tiap anak yang dilahirkan, adalah pada keadaan yang suci bersih; maka orangtuanyalah yang menjadikan anak itu Yahudi, Nasrani dan Majusi.” (HR. Bukhari). Kaitanya dengan lambang, tentunya biarpun lambang dan namanya bagus; tetapi kalau para pencetus lambang dan namanya tidak beritikad baik maka wujudnya tidak akan sesuai dengan niali-nilai hakiki yang terkandung dalam lambang dan nama tersebut. Wallahu a’lam bish-shawab.***

Arda Dinata, AMKL., Anggota Ash-Shiddiq Intellectual Forum Divisi Jurnalistik, Bandung

Arda Dinata adalah pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia,
http://www.miqra.blogspot.com.

ADA EBOOK GRATIS SEBAGAI BONUS YANG WAJIB ANDA BACA:

· Buku Sukses Untuk Anda. Klik di sini ….

· Peta Harta Karun, Menulis Buku & Menerbitkannya Sendiri, dll klik disini…

Selamat Menikmati Tulisan-Tulisan Yang Penuh Inspirasi, Ilmu, Motivasi dan Amal Yang Bikin Hidup Anda Sukses Secara Islami di Blog Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam [MIQRA] INDONESIA. Blog Ini Didirikan oleh ARDA DINATA, Seorang Penulis Merdeka. Salam SUKSES....dari MIQRA Indonesia!!!

Assalamu'alaikum wr wb Selamat datang di MIQRA INDONESIA GROUP.
 | 


Anda ingin seperti mereka? Daftar GRATIS: Caranya SMS dengan format sbb: REG.NO HP ANDA. NAMA ANDA.-..- Contoh: REG.081809616519.CANTIK JELITA.-.- Lalu SMS ke: 081320476048

detiknews - detiknews


BLOG IS MY SALESMAN ARDA DINATA:
ARDA BLOGGING SUCCESS:
| Arda News Success | Blogging Success | Wisdom Business | Quantum Writers | Inspiring Intelligence | Mosquito & Public Health | Getting Rich | Writers Success | Sprituality Health | Farmakologi | Sanitary | Physiology | House Keeping | Pollution News | Photografy|


| ARDA EKLIPING INDONESIA | Cara Menjadi Kaya | Dunia Kesehatan Spritual | Dunia Pustaka dan Referensi | Dunia Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang | Dunia Kesehatan Lingkungan | ALIFIA E-Clipping and Reviewing | Reuse News Indonesia | ARDA Reseller News | Rahasia Penulis Sukses | Reseller News Indonesia |

MENU ARDA EKLIPING INDONESIA:
| BERANDA KLIPING | KLIP IPTEK | KLIP PSIKOLOGI | KLIP WANITA | KLIP KELUARGA | KLIP ANAK CERDAS | KLIP BELIA & REMAJA | KLIP GURU & PENDIDIKAN | KLIP HIKMAH & RENUNGAN |

MENU HIDUP SEHAT DAN KAYA:
| Dunia Spritual dan Kesehatan | Rahasia Menjadi Kaya | Dunia Reseller | Reuse News | Pustaka Bisnis |

MENU ARDA PENULIS SUKSES:
| Inspirasi Penulis | Rahasia Penulis | Media Penulis | Sosok Penulis | Pustaka Penulis |

MENU AKADEMI PEMBERANTASAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG:
| Dunia P2B2 | Dunia NYAMUK | Dunia LALAT | Dunia TIKUS | Dunia KECOA | Pustaka P2B2 |

MENU AKADEMI KESEHATAN LINGKUNGAN:
| Inspirasi ARDA | Dasar KESLING | P.Sampah | Tinja & Aair Limbah | Binatang Pengganggu | Rumah & Pemukiman Sehat | Pencemaran Lingkungan Fisik | HYPERKES | Hygiene Sanitasi Makanan | Sanitasi Tempat Umum | Air Bersih | Pustaka Kesehatan |

MENU MIQRA INDONESIA:
| Home Inspirasi | Opini | Optimis | Sehat-Healthy | Keluarga-Family Life | Spirit-Enthusiasm | Ibroh-Wisdom | Jurnalistik | Lingkungan-Environment | Business | BooK | PROFIL | Jurnal MIQRAINDO | Reseller News Indonesia |

DAFTAR KORAN-MAJALAH INDONESIA:
| Pikiran Rakyat | KOMPAS | Galamedia | Republika | Koran Sindo | Bisnis Indonesia | Sinar Harapan | Suara Pembaruan | Suara Karya | Suara Merdeka | Solo Pos | Jawa Pos | The Jakarta Post | Koran Tempo | Media Indonesia | Banjarmasin Post | Waspada | Suara Indonesia Baru | Batam Pos | Serambi Indonesia | Sriwijaya Post | Kedaulatan Rakyat | Pontianak POS | Harian Fajar | Harian Bernas | Bangka Post | Harian Surya | Metro Banjar | Pos Kupang | Serambi Indonesia | Kontan | Majalah Gamma | Majalah Gatra | Majalah Angkasa | Majalah Intisari | Majalah Info Komputer | Majalah Bobo | Majalah Ummi | Majalah Sabili | Majalah Parentsguide | Majalah Suara Muhammadiyah | Majalah Amanah | Majalah Tabligh | Majalah Insight |Majalah Annida | Majalah Network Business | Tabloid PC+ | Majalah Komputer Easy | Tabloid NOVA |Loka Litbang P2B2 Ciamis |


MIQRA INDONESIA GROUP
Kantor Pusat
: Jl. Raya Panganadaran Km.3 Pangandaran Ciamis 46396
Telp. (0265) 630058
Copyright © 2006-2010, Miqra Indonesia,
Email : miqra_indo@yahoo.co.id
Homepage : http://www.miqra.blogspot.com/
Design by Arda Dinata,
Wong Tempel Kulon - Kec. Lelea - Kab. Indramayu - Indonesia